File htaccess WordPress Hilang? Ini Cara Mengatasinya

Nasikhun A. 23 Apr 2024 3 Menit 0

Apakah Anda mengalami kendala saat membuat website dengan WordPress karena file htaccess WordPress hilang? Kehilangan file ini bisa menyebabkan berbagai masalah, baik untuk admin maupun pengunjung situs.

Kehilangan file htaccess dapat menyebabkan beberapa error pada WordPress, seperti error 404, meningkatnya kerentanan website terhadap serangan, masalah dalam navigasi situs, peningkatan waktu loading, dan lain-lain.

Tapi, apa sebenarnya file htaccess WordPress itu? Mengapa file ini bisa hilang? Dan bagaimana cara mengatasinya jika file .htaccess WordPress hilang? Dapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai ini di bawah ini!

Catatan: Penulisan htaccess di artikel ini memiliki dua versi, yakni htaccess dan .htaccess(dengan prefiks titik). Keduanya merujuk pada entitas yang sama.

Apa itu File .htaccess dalam WordPress?

File .htaccess adalah sebuah file konfigurasi yang dipakai oleh server web Apache. File ini sangat penting untuk mengelola situs web yang dihosting di server Apache, termasuk situs web WordPress.

Biasanya, file .htaccess dapat ditemukan di direktori root tempat WordPress diinstal. Hal ini berarti file tersebut berlokasi pada level yang sama dengan file wp-config.php, serta direktori wp-content, wp-admin, dan wp-includes.

Tanda titik (.) di awal nama file htaccess menandakan bahwa ini adalah jenis file yang tersembunyi. Berikut adalah contoh dari file .htaccess yang terletak di direktori root File Manager cPanel:

Apa itu File .htaccess dalam WordPress

File .htaccess memungkinkan Anda untuk mengelola berbagai pengaturan server tanpa harus mengubah file konfigurasi server utama. Berikut ini beberapa fungsi penting dari file .htaccess:

  • Rewrite URL untuk SEO: Fungsi ini digunakan untuk membuat URL menjadi lebih bersih dan mendukung SEO, seringkali dengan cara menghapus ‘index.php’ dari URL.
  • Redirects: Menyediakan cara untuk mengalihkan pengunjung dari satu URL ke URL lain, yang sering diperlukan saat mengubah nama halaman atau saat situs beralih ke HTTPS.
  • Mengatur Halaman Error Kustom: Memungkinkan penentuan halaman yang akan ditampilkan sebagai respons terhadap berbagai kode error HTTP.
  • Blokir Akses: Berfungsi untuk mencegah akses ke situs web atau direktori tertentu dari alamat IP tertentu.
  • Meningkatkan Performa dengan Caching: Mengatur caching di browser untuk mempercepat waktu muat situs web.
  • Dan lain-lain.

Jika Anda bekerja dengan penyedia jasa pembuatan website yang berpengalaman, Anda dapat langsung berkonsultasi atau meminta mereka untuk mengelola file .htaccess WordPress Anda. Namun, jika Anda ingin mengelola sendiri, simak penjelasan lebih lanjut di bagian berikut!

Cara Mengatasi File htaccess WordPress Hilang

Untuk mengatasi file .htaccess yang hilang, Anda dapat melakukan dua cara, yakni (1) menampilkan file .htaccess yang kemungkinan tersembunyi, atau (2) membuat file htaccess yang baru.

Catatan penting: Sebelum mengubah file di WordPress, sangat disarankan melakukan backup WordPress terlebih dahulu agar data Anda aman.

Cara 1: Cara Menampilkan File .htaccess WordPress

Sebelum Anda membuat file .htaccess WordPress yang baru, penting untuk memastikan apakah file tersebut memang hilang atau hanya tersembunyi. Berikut adalah langkah-langkah untuk menampilkannya melalui File Manager di cPanel:

  1. Masuk ke cPanel Anda, kemudian scroll ke bawah sampai ke bagian Files dan pilih File Manager.
    File htaccess WordPress Hilang
  2. Buka folder public_html dan cari file .htaccess.
    File htaccess WordPress Hilang
  3. Jika file tidak tampak, klik pada Settings yang berada di pojok kanan atas.
    File htaccess WordPress Hilang
  4. Dalam pop-up yang muncul, centang pilihan Show Hidden Files (dotfiles) dan klik Save.
    File htaccess WordPress Hilang
  5. Jika file tersebut ternyata ada, maka akan terlihat di list file Anda seperti berikut ini:
    File htaccess WordPress Hilang

Jika Anda menggunakan FTP (File Transfer Protocol), file tersembunyi bisa ditampilkan dengan mengubah pengaturan di FTP tersebut. Misalnya, di FileZilla, Anda bisa mengakses menu Server dan memilih opsi Force showing hidden files.

Sedangkan, ketika Anda menggunakan FTP client lain, biasanya akan ada opsi serupa di pengaturan aplikasi atau di menu Preferences.

Namun, apabila ternyata file .htaccess memang tidak ada atau hilang, Anda harus melanjutkan ke langkah berikutnya untuk membuat file .htaccess yang baru.

Skenario 2: Cara Membuat File .htaccess yang Baru

Situasi berikut yang mungkin Anda hadapi adalah ketidakberadaan file .htaccess pada website WordPress Anda. Ini bisa terjadi karena WordPress belum secara otomatis menghasilkan file tersebut. Peluang untuk kejadian ini relatif rendah, terutama jika Anda menggunakan versi terbaru WordPress, yaitu 6.5.

Sebab lain yang mungkin adalah adanya plugin yang bermasalah, yang mengakibatkan hilangnya file .htaccess. Dalam hal ini, Anda perlu membuat file .htaccess baru. Jika Anda menggunakan cPanel, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Masuk ke cPanel Anda, scroll ke bawah ke bagian Files, dan pilih File Manager.
  2. Di dalam folder public_html, klik tombol + File untuk membuat file baru.
    File htaccess WordPress Hilang
  3. Dalam jendela pop-up yang tampil, namai file tersebut sebagai .htaccess dan kemudian klik pada Create New File.
    File htaccess WordPress Hilang
  4. Setelah file .htaccess terbuat, klik kanan pada file tersebut dan pilih Edit.
  5. Kemudian, masukkan kode yang tersedia di sini dan tekan Save Changes untuk menyimpan perubahan.

Cara lainnya untuk menyimpan kode di atas adalah dengan membuat file baru melalui text editor (VS Code, Sublime Text, dan semisal) seperti ketika membuat theme WordPress.

Sudah Berhasil Mengatasi File .htaccess WordPress Hilang?

File htaccess di WordPress berperan krusial dalam berbagai aspek, termasuk memastikan aksesibilitas website dan peningkatan keamanan dengan mengontrol akses ke halaman tertentu yang tidak boleh diakses oleh publik.

Banyak orang belum menyadari bahwa file .htaccess di WordPress secara bawaan adalah tersembunyi. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan un-hide atau menampilkan file tersebut. Jika file tersebut benar-benar tidak ada, Anda harus membuat file .htaccess yang baru.

Nah, berbicara mengenai website WordPress, jika Anda ingin membangun sebuah website dengan tingkat profesionalitas yang tinggi, disarankan untuk mempercayakan pembuatannya kepada jasa profesional seperti Tim Tonjoo.

Kami telah berpengalaman menangani pengembangan website seperti Astra Isuzu, Futureskills, atau Rey. Jika ingin membuat website serupa, yuk, langsung menghubungi kami melalui kontak Tonjoo.

htaccess WordPress Hilang


Baca artikel terkait WordPress, WooCommerce, Plugin dan pengembangan website lainnya dari Moch. Nasikhun Amin di blog Tonjoo Studio.


 

Last Updated on Mei 7, 2024 by Nasikhun A.

Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Nasikhun A.
Ditulis oleh

Nasikhun A.

A late specializer, data-informed technical writer who is constantly hungry for growth. A lifelong learner who is interested in the marriage between creativity and technology.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.